Lalulintas masyarakat Kecamatan Pulau Rimau terhambat akibat truk Terprosok di Jembatan Tanah Kering

BANYUASIN, INFOMUSI.COM,- Warga Kecamatan Pulau rimau Kabupaten Banyuasin saat ini mengeluhkan akses jembatan akses lalu lintas yang mereka gunakan sehari-hari untuk mengangkut hasil kebun maupun keperluan masyarakat lainnya.

Hal tersebut disebabkan karena jembatan tanah kering yang dibangun oleh masa pemerintahan Belanda terus mengalami patah pada lantai jembatan kali ini salah satu mobil truk pengangkut buah sawit dari dalam Kecamatan Pulau rimau terperosok sehingga menyebabkan kemacetan panjang dan kesulitan bagi warga untuk melintasi jembatan tersebut baik yang membawa hasil bumi maupun aktivitas sehari-hari seperti aktivitas pemerintahan seperti kepala Desa Perangkat Desa anak-anak sekolah dan pekerja lainnya.

Intan salah satu warga berharap kepada pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk segera membuat kan jembatan baru sebagai jembatan alternatif dari jembatan Tanah Kering ini agar masyarakat tidak lagi kesusahan ketika membawa hasil bumi baik sawit padi maupun karet tidak hanya itu para pelajar juga nampak kesulitan ketika hendak menuju ke sekolah mereka karena untuk diketahui di Kecamatan Pulau rimau cukup banyak sekolah-sekolah yang digunakan oleh para Pemuda dan Pemudi di Kecamatan Pulau Rimau untuk mengenyam pendidikan seperti di SMA Negeri Pondok Pesantren yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat.

“selain pelajar masyarakat juga mengkhawatirkan kesulitan masyarakat bila ada masyarakat yang mau melahirkan sakit keras bila jembatan Tanah Kering tidak bisa dilalui maka pasien yang dibawa akan melahirkan di jalan beresiko akan mengalami kematian Baik Ibu maupun bayi ” Katanya, Rabu. 26/2/25.

Terpisah Marlino warga Kecamatan Pulau rimau meminta kepada pemerintah Kabupaten Banyuasin dan pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta DPRD Kabupaten Banyuasin dan DPRD Provinsi Sumatera Selatan untuk Sigap tangga dalam memperbaiki jembatan Tanah Kering ini.

” Kasihani kami, setiap tahun, setiap bulan, Minggu kami terus berjuang melewati Jembatan yang sudah tidak layak lagi ini, dihati dan pikiran Tuhan melindungi kami agar tidak jatuh ke sungai yang ada predator nya tersebut, “Katanya.

Harapan kami, tentu begitu besar kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Propinsi Sumsel, serta DPRD Kabupaten dan Propinsi Sumsel untuk membuka mata melihat Jembatan tanah kering ini, karena Jembatan ini satu-satunya andalan kami dalam beraktivitas seperti mengangkut hasil bumi, Anak-anak kami bersekolah dan membawa keluarga kami ke layanan kesehatan, ” Tegasnya.

Penulis: Weni Marlin

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *