Jalintim Palembang -Jambi tergenang air diduga akibat Pembangunan Trotoar

BANYUASIN, INFOMUSI.COM,- Terbukti, Keluhan Masyarakat dengan tidak adanya siring di Jalintim Palembang -Jambi, tepatnya di Kelurahan Kedondong Raye dan Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Seperti di depan SMA Al-Mashri Pangkalan Balai.

Baru satu malam diguyur hujan, Jalintim Palembang -Jambi sudah digenangi air. Akibatnya Jalanan menjadi becek, dan halaman rumah warga terlihat kumuh begitupun tempat usaha warga menjadi berlumpur akibat genangan air.

“Nah inilah yang kami khawatirkan selama ini, pembangunan Trotoar tersebut tidak memenuhi aturan serta tidak memikirkan dampak lingkungan yang dialami masyarakat,”Ucap, Syamsuri Mantan Anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Banyuasin ini, Rabu. 25/24.

Ditambahkannya, Keluhan Masyarakat Banyuasin III selama ini terlihat tidak di respon oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin, sebab pengerjaan Proyek Pembangunan Trotoar tersebut tetap saja berjalan.

“Pemerintah kabupaten Banyuasin dan Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin sampai saat ini belum memanggil pihak terkait, duduk bersama dengan masyarakat, dengan para tokoh, pembangunan terus saja dilakukan tanpa merespon keluhan masyarakat,  akibatnya apa yang kami khawatirkan terjadi,”Ujarnya.

Syamsuri menegaskan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin haruslah peka terhadap keluhan masyarakat, sebab bila Pemerintah dan Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin kemana lagi masyarakat mengeluh.

“Harusnya Pemerintah dan DPRD Kabupaten Banyuasin peka, jangan diam saja. Harusnya Kontraktor dipanggil, dipertemukan dengan masyarakat, dan keluhan masyarakat di akomodir jangan di diamkan saja seperti ini, alih-alih mau mempercantik Ibu kota, namun Jalan Nasional rusak parah akibat genangan air,”Tegasnya.

Senada dikatakan, Arbain Syahri. SH. Mantan Anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Banyuasin, apa yang mereka keluhan serta mereka lakukan beberapa hari ini mengantisipasi terjadinya banjir di Jalan Raya, dan Halaman rumah Warga, tempat ibadah serta Usaha masyarakat.

“Kami bukan menghalangi, dan bukan tidak mendukung, justru kami sangat berterima kasih atas adanya penataan Kota Pangkalan Balai ini, namun pikirkan dampak lingkungan yang dialami masyarakat,”Katanya.

Dirinya menegaskan, Sebelum dilaksanakan pembangunan harusnya pihak PU mengkaji masterplan dan AMDAL terlebih dahulu serta meminta tanggapan masyarakat.

“Di Dinas Pekerjaan Umum itukan ada bidang Tata ruang, kajilah terlebih dahulu penataan ruang di Banyuasin ini, kemudian minta tanggapan masyarakat, kan kita ini hidup di Indonesia berideologi Pancasila, artinya musyawarah bersama itu sangat penting, bermufakat harus dikedepankan jangan hanya menjalankan kehendak sendiri, tanpa memikirkan dampak lingkungan masyarakat menderita,”Tukasnya.

Ditambahkannya, menurutnya pembangunan Trotoar tersebut juga terlihat tidak sesuai, sebab terlihat saluran air lebih tinggi dari pada jalan, kemudian Siring tidak ada hal itulah menyebabkan air tidak bisa mengalir.

“Penyebab air tidak mengalir ini kalau diperhatikan, saluran airnya lebih tinggi dari Jalan, kemudian Siring tidak ada, inilah hasilnya Jalan Lintas Timur Palembang -Jambi tergenang air.”Tukasnya.

 

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *