Nampak dahan pohon tua yang berada di Jalintim Palembang -Jambi dibersihkan oleh Staf Kelurahan Pangkalan Balai

BANYUASIN, INFOMUSI.COM,- Kelurahan Pangkalan Balai dengan sigap membersihkan dahan kayu dan ranting yang patah di Jalintim Palembang -Jambi. Tepatnya  di jalan merdeka Rt.017 RW.006 Kelurahan Pangkalan Balai.

Ketua RT dan pegawai Kantor Lurah Pangkalan Balai dan Trantib kecamatan Banyuasin III membersihkan daha,ranting yang tumbang.

Diduga pohon yang sudah berusia puluhan tahun dari masa pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin tersebut nampak rapuh dan tua, namun terlihat Dinas Lingkungan Hidup belum pernah melakukan pemotongan dahan yang dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Kemana DLH Banyuasin ya, kok Dahan kayu jatuh ke Jalintim atau Jalan Nasional dibiarkan saja, ini bahaya kalau DLH tidak ada kegiatan,”Ucap. Dar. Salah seorang warga yang sempat melintas, Rabu. 9/7/25.

Ditambahkannya, Rasanya tamparan keras untuk Dinas terkait kalau urusan Kabupaten dilakukan oleh pihak kelurahan seperti ini, kemana DLH yang memiliki anggaran baik dari Kabupaten maupun Kementerian.

“Harusnya yang memiliki wewenang membersihkan dahan kayu itu Dinas Lingkungan Hidup, ini kok justru pihak kelurahan, sebab pohon itukan berada di Pinggir jalan lintas Timur,”Ujarnya.

Senada dikatakan,  Samsuri Tokoh Masyarakat Banyuasin . Dirinya meminta kepada Bupati Banyuasin untuk dapat menilai kinerja Kepala-kepala dinas yang diduga tidak proaktif dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin kami minta untuk dapat objektif dalam menempatkan posisi sebagai Kepala Dinas, dimana orang-orang tersebut memang memiliki kompetensi, kemampuan dan rasa memiliki terhadap daerah ini, jangan sampai setelah dilantik kemudian tidak ada gebrakan untuk membangun Kabupaten Banyuasin, yang ada malah terjerat kasus korupsi dan lain sebagainya,”Katanya.

Dirinya menegaskan, Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin harus bisa menempatkan Jabatan yang memang sesuai dengan keilmuan Kepala Dinas tersebut bukan karena ada kedekatan atau ada apanya.

“Objektif dalam menempatkan, insyaallah bisa membantu suksesnya program dan visi misi Dr. H. Askolani dan Netta Indian, kami sebagai warga hanya bisa mengingatkan dan memberikan masukan saja,”Tukasnya.

Senada dikatakan Ujang, Warga Banyuasin III. Selain tidak adanya perhatian terhadap pohon-pohon tua yang berdiri di pinggir Jalan lintas Timur, Diduga DLH tidak ada inovasi dalam menanggulangi Sampah yang mengotori Ibu Kota Kabupaten Banyuasin.

“Saya sepakat dengan Syamsuri H. Jahri, dari pantauan saya dilapangan DLH Banyuasin tidak ada inovasi dan gebrakan dalam menanggulangi Sampah, apa lagi terhadap pohon tua, padahal Kepala Dinasnya bukan pulang ke Palembang, justru berdomisili di Kota Pangkalan Balai ini sendiri, artinya tidak ada rasa memiliki didalam hati dan jiwa DLH Banyuasin”Singkatnya.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *