Salah seorang wasit 1 berinisial DA yang memimpin turnamen Sukaraja Baru Open Cup

BANYUASIN, INFOMUSI.COM,- Kepemimpinan Wasit Voli di Turnamen Sukaraja Baru Open Cup, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Diduga tidak menjalankan tugas dengan baik, sebab pantau dilapangan kinerja Wasit 1 berinisial DA mengambil keputusan secara sepihak dengan tidak melihat bendera hakim garis.

Hal tersebut sangat merugikan bagi tim yang bertanding, sebab keputusan wasit 1 tersebut dapat menurunkan mental para pemain. Ironisnya lagi, Wasit I Voli Sukaraja Baru Open tersebut juga langsung mengusir pelatih tanpa alasan yang jelas.

“Kami kecewa dengan kepemimpinan wasit I voli Sukaraja Baru Open Turnamen kedua kali ini, sebab ketika Hakim garis mengangkat bendera masuk, Wasit I justru mengatakan keluar, itu artinya antara Wasit dan Hakim garis tidak kompak,”Ucap, Supriyanto, Wakil Sekretaris PBVSI Kabupaten Banyuasin , yang mendapat mandat menjadi pelatih Voli Pratama Banyuasin. Jumat. 18/24.

Dari itu, Dirinya berharap Setiap Desa yang ingin menggelar turnamen harus hati-hati menggunakan Wasit, sebab dengan cara kepemimpinan wasit yang tidak sesuai dengan hakim garis bisa mengundang keributan.

“Saya berharap untuk Desa yang akan menggelar turnamen kedepan, hati-hati memilih wasit atau menggunakan Wasit, gunakanalah wasit yang memang benar-benar profesional, kompak dengan hakim garis, agar turnamen yang diharapkan berjalan aman bisa terwujud, dan peserta senang bermain di turnamen yang digelar,”Tegasnya.

Senada dikatakan, oleh Benny Azhar Pelatih Kepala Pratama Banyuasin kejadian tersebut bukan pertama kali ditemuinya, justru sering terjadi disetiap turnamen.

“Kalah menang itu biasa kami alami, namun cara kepemimpinan Wasit itu yang kami kecewa, dan kejadian ini bukan kali pertama, sudah dibeberapa turnamen terjadi,”Ucapnya.

Terpisah, Asmawi Hatta Sekretaris PBVSI Kabupaten Banyuasin, mengatakan tindakan wasit di turnamen Sukaraja Baru Open tersebut harusnya jangan sampai terjadi, sebab keputusannya harus sama dengan hakim garis.

“Wasit 1 harus selaras dengan hakim garis, sebab hakim garis merupakan mata dari wasit 1 itu sendiri, kalaupun wasit 1 ragu, harusnya dilakukan jambul atau netral , “Singkatnya.

Memang bagusnya wasit yang sudah berlinsensi Daerah atau Nasional di event Desa atau Club memberikan arahan dulu kepada hakim garis yang bukan dari wasit, agar 1 keputusan atau pada saat terjadinya keputusan tidak saling disalahkan panggil hakim garis tersebut agar menjelaskan kalau sampe Meragukan ambil posisi netral atau bahasanya ( jambul )

” itu pengalam saya waktu menjadi Dewan Hakim di pertandingan Nasional Baik Porprov dan event besar di Sumsel, Panggil dulu wasit 2 panggil Hakim garis baru ambil keputusan, “Katanya.

Senada dikatakan Moreno Pengatur Tugas Wasit Sumsel dan Mantan Kabid Wasit PBVSI Palembang, Wasit jangan langsung mengambil keputusan, harus menjalankan aturan yang dipelajari diantaranya memanggil Kapten, Hakim Garis, dan Wasit 2.

“Harusnya wasit yang berlisensi jangan langsung mengambil keputusan, harus menjalankan aturan yang sudah dipelajari selama ini, pihak terkait harus dipanggil seperti Kapten, Hakim Garis dan Wasit 2 dirundingkan kalau masih ragu, dilakukan keputusan netral,”Ucap, Wasit Lisensi Nasional yang rutin memimpin Kejuaraan Proliga dan Kejurnas ini.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *