BANYUASIN, INFOMUSI.COM,- Terkait pemberitaan di media Infomusi.com, yang berjudul Diduga Ada Honorer Siluman Di SD Ini, Kepala Sekolah SD 14 Banyuasin III, Jalaludin. Memberikan klarifikasi bahwa kedua honorer yang diberitakan sebelumnya memang sudah berhenti dan sudah memiliki pekerjaan lain. Selain itu, dirinya juga menampik adanya penjualan buku kepada siswa sebesar Rp. 10.000, Dirinya menegaskan kalau informasi penjualan buku tersebut tidak ada. Diduga Ada Dua Honorer Siluman Di SD Ini “Sebelumya saya ucapkan terima kasih atas sosial kontrol dari rekan media, mengingatkan saya yang sebentar lagi akan pensiun, dan memberikan kesempatan kepada saya untuk mengklarifikasi informasi yang beredar,”Ucap, Jalaludin Kepala Sekolah SD 14 Banyuasin III, Jumat. 29/8/25. Ditegaskannya, informasi bahwa ada dua honorer siluman di sekolahnya, Dirinya mengatakan kalau hal tersebut tidak benar, justru kedua orang tersebut memiliki pekerjaan lain sehingga tidak bisa aktif lagi di sekolah. “Kalau dikatakan siluman rasanya kurang tepat, sebab sebelumnya kedua orang ini pernah masuk bekerja disekolah, namun akhir-akhir ini kedua orang tersebut seperti Danil ikut kerja dengan pamannya dan Ilham ikut kerja di Proyek Tol, maka dari itu kedua orang ini tidak lagi masuk, “Ujarnya. Dirinya menegaskan, pihaknya Belum mengeluarkan surat pemberhentian karena dirinya masih memerlukan tenaga dan kemampuan kedua orang tersebut. “Mereka berdua sudah bekerja di tempat lain, namun kita belum memberhentikan karena kami masih memerlukan tenaga dan kemampuannya, sebab yang baru lulus kemarin basicnya dari tenaga pengamanan sekolah mungkin belum paham,”Tukasnya. Diberitakan Sebelumnya , Perbuatan tidak baik diduga dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri 14 Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin. Pasalnya, Oknum Kepala Sekolah tersebut memasukan nama tenaga honorer siluman di Sekolah tersebut. Diketahui, ada dua orang yang diduga sebagai tenaga honorer siluman yang hanya tercantum didalam Absen namun tidak pernah masuk selama kegiatan belajar berlangsung. Dua orang tersebut bertugas sebagai Tenaga Administrasi Sekolah dan Tenaga Kebersihan, selain itu. Diduga Oknum Kepala Sekolah SD 14 ini juga menjual buku pelajaran kepada murid seharga Rp. 10. 000, sementara harga sebenarnya hanya Rp. 5.000 untuk satu murid, sementara jumlah murid di SD 14 tersebut sebanyak 201 orang. Dan mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp. 180 juta. 900 Ribu Meskipun mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah sebesar Rp 190 juta tersebut diduga oknum Kepala Sekolah tidak menyalurkan dana tersebut untuk kebutuhan sekolah sangat minim. “Kalau ada kegiatan tidak pernah Kepsek membantu, paling bantu dengan uang Rp. 50000, dan peralatan kebersihan sekolah saja dibelikan yang biasa saja, “Ucap. Salah seorang yang tidak mau disebutkan namanya. Kamis, 28/25. Ditambahkannya, nepotisme di SD Negeri 14 diduga begitu kuat dimana adanya anak Kepala Sekolah yang masuk dalam list TKS dan anak mantan Plt Kepala Sekolah yang di SK kan tahun 2023 berubah menjadi tahun 2002. “Nepotisme sangat kuat sekali di sekolah ini, anak Kepala Sekolah dimasukan ke dalam daftar TKS yang digadang-gadang akan ikut pelantikan R4 padahal tidak pernah masuk bekerja, begitupun anak mantan Plt Kepala Sekolah yang di SK tahun 2023 berubah menjadi tahun 2022, hal ini dilakukan demi untuk memuluskan rencana oknum Kepala Sekolah melantik anaknya menjadi P3K R4,”Ujarnya. Sementara itu, untuk keberimbangan informasi Media infomusi belum menemui oknum Kepala Sekolah karena keterbatasan waktu dan tempat. (Tim) Share this… Facebook Copy Pinterest Twitter Whatsapp Linkedin Share Tweet Share Navigasi pos Ketua TP PKK Kabupaten Banyuasin Kunjungi Kebun Melon, Kades Tanjung Agung : Semoga Menambah Motivasi Kami Wartawan Banyuasin Kompak Walk Out Dari Press Conference Polres Banyuasin