BANYUASIN, INFOMUSI.COM,- Sekda Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, ST. MM, Mba, IPU, Asean Eng. Menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Suak Tapeh. Dikatakannya, Stunting merupakan tugas semua pihak, maka dari itu harus bersatu padu dalam menekan angka stunting di Kabupaten Banyuasin. “Pemberian ASI dari lahir merupakan upaya tepat agar tumbuh kembang balita baik, namun lebih penting lagi penanganan gizi janin disaat 0 hari sampai 1000 hari, atau dari pertama didalam perut sampai 2 tahun kelahiran harus diberikan gizi yang benar,”Katanya. Ditambahkannya, Kabupaten Banyuasin harus mampu mencetak generasi emas, dalam menghadapi Indonesia Emas 2045 mendatang agar generasi Indonesia dapat bersaing pada 2045 nanti. “Anak-anak kita merupakan generasi penerus, maka dari itu harus diperhatikan dari sejak dini, atau dari dalam kandungan, Banyuasin harus mencetak generasi emas yang dapat bersaing pada 2045 mendatang, agar tidak menjadi penonton dinegeri sendiri,”Ujarnya. Masih dikatakannya, Stunting tidak hanya untuk Balita, namun juga para Calon Pengantin, maka dari itu para Calon Pengantin harus menjaga kesehatan dan kondisi tubuh mereka sebelum melangsungkan pernikahan. “Calon Pengantin baik ibu dan bapak harus sehat, maka dari itu usia pernikahan harus sesuai dengan UU, dan sudah mengerti asupan gizi untuk dikonsumsi sehingga ketika membina rumah tangga para Calon Pengantin sudah bisa merawat janin mereka dengan baik dan benar, begitupun sang bapak bisa memberikan makanan bergizi untuk istrinya, agar ASI yang dihasilkan banyak dan dapat memenuhi kebutuhan sang bayi,”Tukasnya. Share this… Facebook Copy Pinterest Twitter Whatsapp Linkedin Share Tweet Share Navigasi pos Polres Banyuasin Berhasil Amankan Pelaku Curat Indikasi Stunting, Pemkab Banyuasin Minta Kepala Desa dan Puskesmas serta Camat Lakukan Intervensi Warga