BANYUASIN, INFOMUSI.COM — Gangguan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di sejumlah titik Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Jambi, khususnya wilayah Pangkalan Balai, menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan pengguna jalan pada malam hari.

 

Sejumlah lampu dilaporkan mengalami gangguan dan sebagian titik hanya mendapat penerangan dari satu sisi. Kondisi ini dikhawatirkan membuat jarak pandang pengendara berkurang, terutama ketika melintasi ruas jalan pada malam hari.

 

Bagi pengendara, minimnya penerangan bukan sekadar persoalan kenyamanan. Kondisi jalan, kendaraan lain, pejalan kaki, maupun objek di sekitar badan jalan menjadi lebih sulit terlihat ketika pencahayaan tidak memadai. Situasi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih pada ruas Jalintim yang menjadi jalur lalu lintas antardaerah.

 

Keluhan tersebut mendapat respons dari Plt Kadishub Kabupaten Banyuasin, Ir. Zakirin. Ia mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan petugas langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

 

“Kemarin sudah dilaporkan oleh Pak Alpian bahwa lampu jalannya mati. Malam itu juga petugas kami langsung turun ke lapangan,” ujar Zakirin, Jumat (2/10/2026).

 

Plt Kadishub Banyuasin, Ir. Zakirin, juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi terkait kondisi LPJU.

 

“Kami mengucapkan terima kasih atas masukan dan laporan dari masyarakat. Ini sangat membantu kami untuk mengetahui kondisi di lapangan,” ujarnya.

 

Menurut Zakirin, dari hasil pengecekan masih terdapat beberapa titik yang mengalami kendala karena kabel berada di dalam tanah sehingga lokasi kabel yang putus sulit ditemukan.

 

“Ada beberapa titik yang kabelnya berada di dalam tanah, sehingga kami kesulitan menemukan lokasi kabel yang putus,” katanya.

 

Dishub berencana menggunakan kabel atas sebagai alternatif untuk menangani jaringan yang bermasalah. Namun, rencana tersebut masih terkendala stok material.

 

“Kami memutuskan untuk menggunakan kabel atas. Namun, kendalanya stok kabel kami habis dan baru akan dibeli melalui APBD Perubahan,” jelasnya.

 

Zakirin mengatakan proses APBD Perubahan masih berjalan sehingga pengadaan kabel belum dapat dilakukan.

 

“Proses APBD Perubahan masih berjalan. Jadi, kami masih menunggu proses tersebut agar dapat membeli kabel yang dibutuhkan,” ujarnya.

 

Salah satu titik yang masih menjadi perhatian berada di depan rumah Asisten II karena jaringan kabel di lokasi tersebut berada di dalam tanah.

 

Menurut Plt Kadishub Banyuasin, sebagian titik lampu telah kembali berfungsi setelah dilakukan pengecekan, sementara titik yang mengalami kerusakan pada jaringan kabel bawah tanah masih menunggu ketersediaan material untuk diperbaiki.

 

Kondisi ini membuat percepatan perbaikan menjadi penting. Sebab, semakin lama titik LPJU yang bermasalah dibiarkan, semakin lama pula pengguna jalan harus melintas dengan kondisi penerangan yang tidak optimal.

 

Masyarakat berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada pengecekan dan laporan, tetapi segera dituntaskan setelah material tersedia. Terlebih, Jalintim merupakan jalur utama yang dilalui kendaraan dengan intensitas tinggi, termasuk pada malam hari.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *