Kondisi tribun penonton yang berada di Lapangan Munai Serumpun

BANYUASIN, INFOMUSI.COM,- Hindari korban jiwa dan cidera, Panitia Turnamen Sepakbola HUT RI Ke 80, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Banyuasin III, menghimbau kepada para penonton dilapangan Sepakbola Munai Serumpun untuk tidak menaiki tribun hancur yang dibangun tahun kemarin tersebut.

Nampak, kondisi tribun penonton yang memakan dana dari APBD berasal Pokir Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin sebelumnya yaitu. H. Iriawan Setiawan, sudah sangat memprihatikan terlihat batu coran sudah banyak yang pecah.

“Kami dari Panitia Pertandingan Sepakbola HUT RI Ke 80, Kecamatan Banyuasin III meminta kepada para penonton untuk tidak naik ke atas tribun, dan duduk diatas tribun mengingat kondisi tribun sudah hancur batu yang dicor sudah pecah-pecah dan siap jatuh ke bawah , kami khawatir kalau batu tersebut jatuh maka akan menghantam orang yang ada dibawahnya,”Ucap, Aprianto. SH. Ketua Panitia Pertandingan, Kamis. 31/7/25.

Melihat kondisi tersebut,  salah seorang penonton mengatakan bahwa dengan adanya kondisi tribun hancur ditengah lapangan tersebut sangat tidak pantas berada di Lapangan Munai serumpun, ditambah lagi akan membahayakan keselamatan penonton.

“Sayang sekali Waktu Pembukaan kemarin Sekretaris Daerah tidak melihat kondisi lapangan, kalau Sekda jalan-jalan dulu disekitar lapangan pasti Sekda akan sedih melihat ada bangunan yang menunggu waktu untuk meminta korban jiwa itu, “Ucapnya.

Dirinya menegaskan, kalau dilihat dari pembangunannya tribun yang memakai anggaran negara tersebut terlihat dikerjakan oleh orang yang tidak profesional dan diduga tidak mengerti.

“Kalau lihat bangunan ini terlihat sekali kalau yang orang yang mengerjakan tidak ngerti, dan tidak profesional diduga hanya mencari untung saja, tapi kalau memang niatnya mau membangun pasti tribun ini tidak hancur lebur seperti ini,”Ujarnya.

Dirinya berharap, dimasa kepemimpinan Dr. H. Askolani yang kedua ini, kontraktor nakal yang tidak ada niat membangun agar kiranga tidak diberi ruang untuk membangun, sebab bila diberi ruang membangun maka hasilnya bisa membahayakan keselamatan orang lain.

“Kalau menurut saran saya, jangan lagi diberi kepercayaan untuk membangun lah orang yang tidak ada niat seperti ini, sebab dugaan saya yang membangun ini asal jadi saja, masalah keselamatan penonton dan ketahanan bangunan tidak dipikirkannya, “Tukasnya.

Penulis:WN

Editor: SP

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *