BANYUASIN, INFOMUSI .COM, — Sekolah seharusnya menjadi tempat lahirnya pendidikan karakter, disiplin, serta contoh hidup bersih dan sehat bagi para siswa. Namun kondisi yang terlihat di SMAN Plus II Banyuasin III justru memunculkan kekecewaan sejumlah pihak. Saat momen penting berlangsung dan para tamu undangan berdatangan, pemandangan kurang layak justru tersaji di lingkungan sekolah. Ranting-ranting kayu tampak berserakan, sejumlah sudut terlihat tidak terurus, hingga menimbulkan kesan kumuh dan menyeramkan. Kondisi tersebut langsung menuai sorotan dari tamu yang hadir. Mereka menilai sekolah yang dulunya dikenal disiplin dan bersih kini mengalami penurunan dalam hal penataan lingkungan. “Jauh berubah sekolah ini. Bukan tambah rapi, malah tambah menyeramkan. Dulu waktu dipimpin Alm. H. Sofran Nurozi, sekolah ini bersih, tertata dan enak dipandang. Sekarang ranting-ranting kayu dibiarkan berserakan seperti tidak terurus,” ujar salah seorang tamu dengan nada kecewa. Kritik serupa juga disampaikan Wandi. Ia menyebut SMAN Plus II Banyuasin III pernah menjadi sekolah favorit dengan sistem seleksi masuk yang dikenal ketat dan berkualitas. “Dulu sekolah ini punya wibawa. Masuknya susah karena kualitas dan kedisiplinannya dijaga. Tapi sekarang justru kebersihan lingkungan saja terkesan diabaikan,” katanya. Ironisnya, kondisi itu terlihat justru ketika sekolah menerima tamu undangan dalam sebuah agenda penting. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait perhatian pihak sekolah terhadap kebersihan dan perawatan lingkungan pendidikan. Padahal, lingkungan sekolah yang bersih dan tertata menjadi bagian penting dalam membentuk kenyamanan belajar serta mencerminkan kualitas pengelolaan sebuah institusi pendidikan. Share this… Facebook Copy Pinterest Twitter Whatsapp Linkedin Share Tweet Share Navigasi pos Miris, Laba-laba Menganyam Sarang Disudut Kantor Dishub Pelantikan BPD, Kepala Desa Tekankan Pentingnya Komitmen dan Konsistensi