BANYUASIN, INFOMUSI.COM, Dukungan kembali datang kepada Hj. Diana Kusmila Binti H Basir Tholib, kali ini Salah satu Pengurus Partai Golkar Kabupaten Banyuasin, Syaiful Rosyad Pahlevi. Menurutnya Kenapa Kader Golkar lebih dekat dengan Diana Basir ? Siapa itu Diana, semua kader Golkar yang di akar rumput memang lebih dekat dan sudah kenal. Maka, begitu dia ikut mendaftarkan diri mengambil formulir dan mengembalikan dia turun langsung ke Kecamatan-kecamatan menemui ketua menyampaikan keinginannya maju sebagai Wakil Bupati Banyuasin. Dari itu dukungan langsung dari Ketua Golkar Kecamatan dan desa menyerahkan baleho dan spanduk semuanya di pasang oleh kader-kader Golkar Desa serta para simpatisannya. Maka kader Golkar yang ada di Desa-desa merasa di hargai dan siap untuk memenangkannya, “Andai Golkar tidak mencalonkannya, selagi Diana maju dari parpol lain mereka tetap mendukung Diana, apalagi Golkar tetap konsisten mendukung kadernya, mereka bilang gas poll untuk Diana. Di suatu sisi keinginan mereka agar Pakde dengan Diana, berarti Gerindra – Golkar berpasangan seperti Pilgub Marwardi Yahya – Anita, Harapan nya Pilbup Slamet – Diana, garis tegak lurus harus terjalin sesuai dengan koalisi Indonesia Maju (KIM) dan mempertahan suara Pilpres Prabowo – Gibran yang menang telak di Sum-Sel juga di Banyuasin. “Ucap, Syaiful Rosyad Pahlevi, Sabtu. 15/6/24. Ketika dibincangi. Ditambahkannya, Ada rumor bahwa Neta Indian mendapat rekomendasi dari DPP Golkar untuk mendampingi salah satu bakal calon Bupati, menurut Syaiful Rosyad Fahlevi salah satu panitia penjaring Cabup dan Cawabup DPD Partai Golkar Banyuasin, ” Saya tidak tahu, karena Neta Indian tidak mengambil formuler penjaringan di DPD Partai Golkar Banyuasin bahkan dia lebih memilih mengambil Formulir Cawabup di partai lain. Kalau dia, merasa kader Golkar semestinya dia lebih mendahulukan Partai golkar, padahal kami menunggu waktu itu tidak ada komunikasi dan kami mau komunikasi dengan siapa, bahkan dia lebih memilih parpol lain. Karena yang memilih dia itu warga Banyuasin terutama kader Golkar bukan orang Jakarta atau orang Palembang. Artinya dia merasa bukan orang Banyuasin, padahal dia pencaleg untuk mewakili provinsi, kebetulan tidak terpilih, sama artinya dia tidak menghargai kepanitiaan penjaringan ini.”Ujarnya. Ditegaskannya, Kader Golkar di Banyuasin tidak ingin mengulangi kekalahan pilkada tahun 2019 yang lalu, pasangan Cabup-wabup terdampar di urutan 4, karena lebih banyak tidak melibatkan kader Golkar, karena lebih percaya dengan tim kemenanganya, sementara tidak melibatkan kader-kader yang ada di bawah. “Kekecewaan tersebut sepertinya tidak ingin terulang di tahun 2024, padahal di pilkada yang lalu sebelum tahun 2019 Golkar selalu jadi pemenang baik pilkada maupun pileg Banyuasin.”Tegasnya. Share this… Facebook Copy Pinterest Twitter Whatsapp Linkedin Share Tweet Share Navigasi pos Sudah Kenal Lama, 17 Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Dukung Hj. Diana Kusmila Binti H Basir Sebagai Calon Wakil Bupati Hj. Diana Kusmila Serahkan Hewan Qurban Ke Masjid Syuhada, Qurban Keluarga Besar HM. Basir