Foto: Edi Ginting aktivis Banyuasin sampaikan kritik membangun untuk Pemerintah Kabupaten Banyuasin

BANYUASIN, INFOMUSI.COM – Kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Jambi mendapat sorotan dari aktivis Kabupaten Banyuasin.

Mereka menilai Pemerintah Kabupaten Banyuasin belum melakukan upaya yang maksimal untuk mengurai maupun mengantisipasi kemacetan yang berdampak luas terhadap masyarakat.

Aktivis Banyuasin, Edi Ginting, mengatakan pemerintah daerah perlu segera berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mencari solusi yang efektif.

“Harusnya Pemerintah Kabupaten Banyuasin berkolaborasi dengan stakeholder yang ada di Kabupaten Banyuasin, seperti Satlantas Polres Banyuasin. Bila perlu membentuk satgas dimana disitu ada Pol PP, Dishub dan Satlantas Polres Banyuasin, Selain itu, pemerintah juga perlu menganggarkan pengadaan crane atau kendaraan towing agar proses evakuasi kendaraan yang mengalami kecelakaan di Jalintim dapat dilakukan dengan cepat,” ujar Edi Ginting.

Senada dengan itu, Salim, seorang pelaku usaha di Banyuasin, menilai kemacetan telah menimbulkan berbagai kerugian bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun waktu.

“Banyak kerugian yang dialami masyarakat akibat kemacetan ini. Distribusi sembako terganggu, buah dan sayuran membusuk di perjalanan, bahkan ternak ada yang mati sebelum sampai tujuan. Kondisi ini juga berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok,” katanya.

Menurut Salim, pemerintah daerah harus segera mengambil langkah strategis dengan menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

“Bupati harus membawa keluhan masyarakat ini ke forum resmi di tingkat nasional, bahkan menyampaikannya kepada Gubernur Sumatera Selatan hingga Presiden Republik Indonesia. Jalan merupakan sarana vital yang menunjang seluruh aktivitas masyarakat. Banyak pegawai yang berdomisili di Palembang dan bekerja di Banyuasin. Jika kemacetan terus terjadi, tentu produktivitas dan optimalisasi kinerja akan terganggu. Pada akhirnya, masyarakat yang paling dirugikan,” tegasnya.

Ia berharap adanya koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat untuk menghadirkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang dalam mengatasi kemacetan di Jalintim Palembang–Jambi yang selama ini menjadi jalur utama transportasi di wilayah tersebut.

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *