Sebuah spanduk yang dibuat oleh masyarakat meminta Polres Bekerja secara Profesional BANYUASIN, INFOMUSI .COM, – Penangkapan seorang pengusaha dan operator galian C di Desa Meranti oleh Polres Banyuasin menuai tanda tanya dari masyarakat. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai status hukum kedua orang yang diamankan tersebut. Sejumlah warga Desa Meranti meminta Polres Banyuasin bersikap profesional dan transparan dalam menangani dugaan aktivitas galian C ilegal yang selama ini dinilai meresahkan masyarakat. Menurut warga, aktivitas galian C tersebut telah menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kenyamanan warga. Saat musim hujan, jalan menjadi berlumpur dan rawan longsor, sedangkan pada musim kemarau debu dari aktivitas tambang berterbangan hingga masuk ke rumah-rumah penduduk. “Kami akan blokade jalan kalau pelaku dilepas. Kalau sampai dilepas, kami menduga ada sesuatu di baliknya. Sebab kami sebagai masyarakat sudah sangat resah,” ujar A, salah seorang warga Desa Meranti saat ditemui. Ia menegaskan, aparat penegak hukum harus bekerja secara profesional dalam menangani dugaan aktivitas ilegal tersebut. Menurutnya, kepolisian juga perlu menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. “Polisi harus bekerja profesional. Sampaikan informasi resmi secara terang kepada publik agar tidak muncul pertanyaan dan dugaan yang bermacam-macam,” tegasnya. Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Redaksi masih terus berupaya memperoleh konfirmasi dan keterangan resmi dari Polres Banyuasin dengan cara menghubungi Kasatreskrim Polres Banyuasin terkait status pengusaha dan operator yang diamankan, sebagai bentuk penerapan prinsip pemberitaan yang berimbang. Meskipun pesan WhatsApp hanya dibaca saja. Share this… Facebook Copy Pinterest Twitter Whatsapp Linkedin Share Tweet Share Navigasi pos Polres Banyuasin Diduga Amankan Pelaku Galian C Ilegal, Warga Minta Pelaku Diproses Aktivis Banyuasin Soroti Kemacetan Jalintim Palembang–Jambi, Desak Pemkab Ambil Langkah Konkret