BANYUASIN, infomusi.com – Arunika Naladhipa Kanigara, anak pasangan Khatrin Sulastri dan Budi Heriyanto menjadi juara pertama lomba Balita Sehat tingkat Kabupaten, Selasa (11/7/2023). Khatrin Sulastri, bunda dari Arunika Naladhipa Kanigara yang merupakan. warga Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, saat ditemui mengaku tidak menyangka bila anaknya bisa keluar sebagai juara pertama lomba balita sehat tingkat Kabupaten Banyuasin. Karena, sejak awal ia hanya berpikir ingin mengikutkan anaknya dalam lomba balita sehat ini untuk melihat apakah pola asuh dan makanan yang selama ini diterapkannya memang benar. “Kalau untuk pola asuh, pada prinsipnya saya tidak terlalu mengekang anak. Ketika dia bermain apapun itu baik di dalam rumah maupun di luar rumah, hanya memperhatikan dan memantaunya saja saat main,” katanya. Selagi itu tidak berbahaya untuk keselamatan anak, menurut Khatrin ia tidak pernah melarang anak keduanya untuk bermain. Akan tetapi, dari sisi makanan ia lebih ketat. Makanan manis, seperti permen, coklat itu yang tidak pernah diberikan kepada anaknya. “Makanan semuanya tidak ada larangan, kecuali coklat, permen atau makanan manis. Karena, saya berpatokan pada kakaknya dahulu yang salah memberikan pola makan sehingga membuat giginya rusak. Makanya, permen, coklat itu yang sangat dihindari,” ungkapnya. “Alhamdulillah, selama enam bulan diberi ASI eksklusif. Ternyata, tidak terbayang bisa menang dan jadi perwakilan Banyuasin untuk lomba balita sehat tingkat provinsi,” pungkasnya. Kadis Kesehatan Banyuasin DR dr Rini Pratiwi MKes menuturkan, peserta lomba balita Indonesia sehat tingkat Kabupaten Banyuasin ini berasal dari 21 kecamatan di Kabupaten Banyuasin dengan jumlah 42 balita. Peserta yang menjadi nominasi dalam lomba balita Indonesia ini harus memenuhi kriteria usia 6 sampai 24 bulan dan usia 2 sampai 5 tahun. Mengikuti kegiatan di posyandu secara aktif, pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan tahap perkembangan yang seharusnya dan orangtua sebagai akseptor KB aktif. Selain itu, mempunyai catatan pemantauan tumbuh kembang melalui KMS dan Buku KIA. “Untuk sisi penilaian, dilakukan terhadap biodata anak dan orangtua, termasuk KB. Status Imunisasi Anak, status gizi anak melalui Buku KIA, kesehatan fisik termasuk personal hygiene, kesehatan gigi dan psikologi anak,” katanya. Selain itu, nantinya pemenang dalam lomba Balita Indonesia sehat tingkat Kabupaten ini akan diikuti sertakan ke tingkat provinsi. Penulis: Ipan Gulopuan EDISI KHUSUS DUNIA KESEHATAN BERSAMA DINKES BANYUASIN Share this… Facebook Copy Pinterest Twitter Whatsapp Linkedin Share Tweet Share Navigasi pos Sosok Kadinkes Banyuasin, Soal Musik, Pandemi hingga Ruang Begesah Hari Anak Nasional, Dinkes Banyuasin Gelar Beragam Lomba