BANYUASIN, Infomusi.com – Seorang warga Desa Durian Daun, Kecamatan Suak Tapeh, Supri Nadi mendapatlan penanganan dari Dinkes Banyuasin melalui program Dokter Masuk Desa.

Remaja 18 tahun ini, hanya tergeletak lemas di rumah saudaranya karena mengidap kanker tulang. Remaja yatim piatu ini, sudah pernah menjalani operasi terkait kanker yang ada di kakinya, ternyata akar dari kanker masih menjalar hingga sampai ke parunya.

“Dia ini anak yatim piatu, kedua orangtuanya sudah meninggal.  Jadi tinggal sama keluarga, karena keluarga juga orang tidak mampu, jadi kami berkoordinasi dengan dinas terkait agar dia ini bisa mendapatkan penanganan kembali,” kata BPD Desa Durian Daun Sandi Aqmar, Selasa (25/7/2023).

Supri Nadi yang tidak dapat bekerja, sekarang hanya bisa mengharapkan penghidupan dari keluarga dan juga warga sekitar. Karena, sudah tiga bulan ini Supri Nadi hanya tergelatak tak berdaya tanpa bisa beraktivitas.

“Sebelumnya, sudah pernah operasi. Tetapi, kondisinya kembali drop. maka kami berkoordinasi dengan dinas terkait agar dia ini bisa kembali mendapat penanganan medis. Kasihan melihat kondisinya yang hanya bisa tergelatak di rumah. Apalagi, keluarganya ini juga orang tidak mampu,” pungkas dia.

Supri Nadi, sebelum mengalami kanker tulang merupakan buruh serabutan. Ia bekerja apa saja untuk melanjutkan hidup dan membantu keluarga yang menjadi tempat ia tinggal.

Sementara, Kadinkes Banyuasin DR dr Rini Pratiwi menuturkan setelah pihaknya mendapatkan informasi langsung menurunkan Dokter Masuk Desa untuk melakukan pemeriksaan kondisi Supri Nadi guna melakukan penanganan lanjutan.

“Ceritanya, dia ini jatuh dari pohon pada tahun 2013 dan setelah beberapa tahun mengalami keluhan sakit nyeri di bagian sendi kaki ke bawah. Pada tanggal 7 Maret 2023 lalu, pasien di bawa ke IGD RSMH Palembang untuk rawat inap dan di diagnosis Osteosarcoma pada regio distal femur. Kemudian dilakukan kemoterapi pertama sebelum menjalani operasi,” jelas Rini.

Lanjut Rini, pada tanggal 10 Mei 2023, Supri Nadi menjalani operasi di RSMH Palembang. Setelah keadaan pasien membaik, keluarga disarankan dokter untuk mengantar pasien kemoterapi lagi.

Namun, pihak keluarga belum membawa pasien kontrol untuk kemoterapi karena terhalang dana untuk akomodasi baik itu transportasi, makan dan penginapan keluarga yang merawat di Palembang.

“Untuk berobat, pasien menggunakan jaminan BPJS. Selain melakukan pengecekan kondisi yang bersangkutan kami juga berupaya untuk membantu. Ini sebagai bentuk perhatian kami bagi warga Banyuasin,” pungkas dia.

Penulis: Indah PS

Editor: Ipan Gulopuan

EDISI KHUSUS

RUBRIK DUNIA KESEHATAN BERSAMA DINKES BANYUASIN

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *