BANYUASIN , INFOMUSI.COM, – Kemacetan panjang yang terjadi selama dua hari terakhir di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Jambi menuai sorotan dari berbagai kalangan. Aktivis Banyuasin, Sepriadi, mempertanyakan peran Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyuasin yang dinilai tidak terlihat menurunkan personel untuk membantu mengurai kepadatan arus lalu lintas. Berdasarkan pantauan di lapangan, kemacetan panjang terjadi di sejumlah titik di ruas Palembang–Betung. Kondisi tersebut memicu keluhan para pengguna jalan yang harus mengantre selama berjam-jam. “Jalan Palembang–Betung macet parah. Ke mana petugas Dishub Banyuasin berada?” ujar Sepriadi. Ia juga mempertanyakan apakah personel Dishub Banyuasin memang tidak dilibatkan dalam penanganan kemacetan tersebut. “Apakah Dishub Banyuasin memang tidak dilibatkan dalam mengatasi kemacetan di Jalan Palembang–Betung?” katanya. Menurut Sepriadi, Dishub seharusnya mengambil peran aktif dalam membantu pengaturan lalu lintas sesuai dengan tugas dan fungsinya di bidang perhubungan. Ia menilai penanganan kemacetan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. “Satlantas Polres Banyuasin memang bertugas berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lalu lintas. Namun, kondisi kemacetan seperti ini membutuhkan kolaborasi dan sinergi antarlembaga, termasuk Dinas Perhubungan, agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” tegasnya. Ia berharap pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan dapat meningkatkan koordinasi dengan Satlantas Polres Banyuasin dalam mengantisipasi maupun menangani kemacetan di Jalintim yang merupakan jalur utama penghubung Sumatera Selatan dengan Jambi. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuasin terkait dugaan minimnya penempatan personel di lokasi kemacetan. Share this… Facebook Copy Pinterest Twitter Whatsapp Linkedin Share Tweet Share Navigasi pos DPRD Banyuasin Ketok Palu Raperda Perubahan OPD, 30 Organisasi Dilebur Berikut Rinciannya TK Dharma Wanita Banyuasin Tanamkan Toleransi Beragama Sejak Usia Dini