BANYUASIN , INFOMUSI.COM, — Lurah Pangkalan Balai, Amir Aprian, mengimbau masyarakat untuk semakin bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Dengan mengedepankan verifikasi informasi serta nilai empati dalam setiap unggahan. Imbauan ini disampaikan menyusul adanya kesalahpahaman terhadap seorang warga yang sempat dituding mengalami gangguan jiwa. Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut dipastikan tidak benar. “Dari hasil pengecekan di lapangan, yang bersangkutan tidak mengalami gangguan jiwa. Justru ada indikasi yang bersangkutan mengalami tekanan sosial di lingkungannya,” ujar Amir Aprian. Ia menegaskan bahwa media sosial seharusnya menjadi sarana untuk menyebarkan informasi yang edukatif, positif, dan membangun, bukan sebaliknya. Menurutnya, setiap warga perlu membiasakan diri untuk: Memastikan kebenaran informasi sebelum membagikan; Menghindari konten yang berpotensi merugikan atau mempermalukan orang lain; Mengedepankan empati dan rasa saling menghargai dalam bermedia sosial. “Jangan mudah terpancing untuk langsung memposting sesuatu yang belum jelas faktanya. Lebih baik kita saring dulu, agar tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan,” jelasnya. Amir Aprian juga mengingatkan bahwa menjaga etika dalam bermedia sosial merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat yang harmonis, sejalan dengan nilai-nilai budaya dan adat yang menjunjung tinggi rasa hormat antar sesama. Ia berharap, masyarakat Pangkalan Balai dapat menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran bersama untuk lebih bijak dalam berinteraksi di ruang digital. “Media sosial adalah ruang bersama. Mari kita gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, memperkuat kebersamaan, dan menjaga keharmonisan lingkungan,” pungkasnya. Share this… Facebook Copy Pinterest Twitter Whatsapp Linkedin Share Tweet Share Navigasi pos SKANDAL K3S BANYUASIN! JPKP DESAK BUPATI BERSIHKAN PUNGLI ATAU HADAPI GELOMBANG AKSI Inspektorat Banyuasin Siap Selidiki Dugaan Pungli KSP SD, Kasus Diprioritaskan