BANYUASIN, INFOMUSI.COM,- Revitalisasi Jalur Hijau Banyuasin, Tabebuya Dipilih Percantik Jalan Lingkar Pemerintah Kabupaten Banyuasin revitalisasi tanaman di sepanjang Jalan Lingkar Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin. Tabebuya dikenal sebagai tanaman hias yang memiliki ketahanan cukup baik terhadap berbagai kondisi lingkungan. Selain relatif tahan terhadap penyakit, pohon ini juga dinilai mampu memperindah kawasan perkotaan karena bunganya yang mencolok saat musim berbunga. Dalam literatur botani, tabebuya kuning memiliki nama ilmiah Handroanthus chrysotrichus. Tanaman yang sering disebut sebagai pohon terompet emas ini berasal dari Brasil dan termasuk jenis pohon berukuran besar. Banyak orang kerap mengira bunga tabebuya sebagai bunga sakura karena bentuknya yang mirip ketika mekar. Namun keduanya tidak memiliki hubungan kekerabatan. Bunga sakura berasal dari genus Prunus dalam famili Rosaceae, sedangkan tabebuya termasuk dalam famili Bignoniaceae. Pohon tabebuya memiliki sejumlah keunggulan. Selain bunganya yang tumbuh lebat saat musim berbunga, tanaman ini juga memiliki sistem perakaran yang relatif aman bagi bangunan di sekitarnya. Akarnya tidak mudah merusak tembok atau struktur bangunan meskipun batangnya cukup keras. Tabebuya juga memiliki variasi warna bunga yang beragam, mulai dari kuning, merah muda, hingga ungu dan merah tua. Bunganya berbentuk terompet dengan ukuran sekitar 3 hingga 11 sentimeter dan biasanya tumbuh bergerombol di ujung ranting. Di Indonesia, jenis tabebuya yang paling banyak dijumpai adalah tabebuya kuning dan merah muda. Tabebuya kuning (Handroanthus chrysotrichus) dapat tumbuh hingga sekitar delapan meter, sedangkan tabebuya merah muda dikenal dengan nama ilmiah Handroanthus impetiginosus atau Handroanthus heptaphyllus. Habitat asli tabebuya berada di wilayah dengan iklim relatif kering di Brasil. Karena itu, tanaman ini memiliki daya tahan cukup baik terhadap kondisi panas dan kekurangan air. Karakter tersebut membuat tabebuya kerap dipilih sebagai tanaman penghijauan di kawasan perkotaan. Selain itu, perawatan pohon ini tergolong sederhana. Pemangkasan biasanya hanya dilakukan untuk menghilangkan ranting yang mati atau rusak. Tanaman ini juga jarang terserang hama maupun penyakit. Dengan karakter tersebut, tabebuya dinilai cocok ditanam di kawasan Jalan Lingkar Komplek Perkantoran Banyuasin sebagai bagian dari upaya memperkuat ruang terbuka hijau sekaligus memperindah lanskap kota. Share this… Facebook Copy Pinterest Twitter Whatsapp Linkedin Share Tweet Share Navigasi pos Sekda Banyuasin Tekankan Penataan Lingkungan Perkantoran, Pohon Sawit Akan Diganti Tabebuya Satlantas Sigap di Jalan, Antisipasi Dishub Tuai Sorotan