Ketua IBI Kabupaten Banyuasin imunisasi balita

BANYUASIN,INFOMUSI.COM,- Ikatan Bida Indonesia, Cabang Kabupaten Banyuasin. (IBI Cab) melaksanakan berbagai kegiatan Sosial di tengah masyarakat, hal tersebut merupakan bentuk syukur atas kiprah IBI yang telah berdiri sejak 1951 silam.

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) adalah organisasi profesi bidan dan organisasi sosial masyarakat yang merupakan wadah berhimpunnya bidan seluruh Indonesia.

Ketua IBI Kabupaten Banyuasin bersama Kepala Puskesmas Pangkalan Balai dan Warga yang mengimunisasi Balita mereka bertepatan dengan Peringatan HUT IBI

IBI berdiri pada 24 Juni 1951 di Jakarta. Pada tahun yang sama, IBI menjadi anggota Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) dan lima tahun kemudian (tahun 1956) menjadi anggota International Confederation of Midwives (ICM). IBI sebagai organisasi profesi bidan di Indonesia mengayomi 37 Propinsi Pengurus Daerah, 514 Kabupaten/Kota Pengurus Cabang dan 5.141 Pengurus Ranting.

Jumlah bidan di Indonesia sebanyak 556.762 (Data Konsil Kebidanan per tanggal 16 Januari 2025), Ikatan Bidan Indonesia memiliki 399.907 anggota yang sudah terverifikasi dan tersebar pada 37 Propinsi ditambah 1 Komisariat Luar Negeri Negara Arab Saudi (Data PP IBI per tanggal 20 Januari 2025).

Penyelenggaraan organisasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) mengacu pada sistem yang telah diatur pada AD/ART IBI yang senantiasa disempurnakan dan diperbarui untuk menyesuaikan dengan perkembangan dan pertumbuhan organisasi. Tanggal 24 Juni 2025 IBI genap berusia 74 tahun, usia yang sangat matang dengan banyak pengalaman yang sudah dilalui sebagai organisasi profesi.

Pengalaman adalah kekayaan untuk menyongsong masa depan yang penuh tantangan, salah satunya bagaimana IBI berperan aktif dalam sistem Transformasi Bidang Kesehatan. Konsolidasi

kedalam dan advokasi kesemua stakeholders terkait untuk penguatan profesi dan menyiapkan anggota adalah hal yang harus dilakukan oleh IBI.

“Kiprah IBI di tingkat global juga menjadi hal penting agar pengembangan keprofesian serta upaya menghadirkan pelayanan yang berkualitas bagi Perempuan di Indonesia senantiasa sejalan dengan perkembangan keilmuan di tingkat global Dunia,”Ucap, Ketua IBI Kabupaten Banyuasin, Hj. Eni Diana, S. KM, M. Si. Rabu, 22/4/25.

Lanjut dia, Menghadapi sejumlah krisis majemuk yang belum pernah terjadi sebelumnya—bencana alam, konflik, dan dampak perubahan iklim yang sedang berlangsung. Krisis ini secara tidak proporsional mempengaruhi perempuan, anak perempuan, dan orang-orang yang beragam jenis kelamin, membuat mereka berisiko tinggi seperti komplikasi kehamilan dan kekerasan berbasis gender, sementara juga membatasi akses mereka ke layanan kesehatan penting. Di masa-masa yang menantang ini, bidan sangat penting. Mereka adalah responden pertama yang tepercaya dalam komunitas mereka, yang dapat mempersiapkan sistem kesehatan agar siap menghadapi krisis apa pun. Mereka dapat menyediakan hingga 90% layanan kesehatan seksual, reproduksi, ibu, bayi baru lahir, dan remaja (SRMNAH), bahkan selama krisis kemanusiaan. Dengan sumber daya minimal, bidan dapat: Menyediakan kelahiran yang aman, antenatal, dan perawatan pascanatal, Menyediakan kontrasepsi, perawatan. aborsi yang komprehensif, dan perawatan bagi para penyintas kekerasan berbasis gender.

“Mendukung menyusui, memastikan bayi yang baru lahir menerima nutrisi yang aman, bersih, dan dapat diandalkan, Mendidik dan mempersiapkan masyarakat dengan pengetahuan dan alat yang mereka butuhkan untuk tetap aman dan sehat selama keadaan darurat. Sehubungan dengan hal diatas, Peringatan Hari Bidan Internasional (International Day of The Midwife) yang diperingati oleh seluruh dunia setiap tahun tepat Tanggal 5 Mei. Tahun 2025 ini IDM mengusung tema “Midwives: Critical in Every Crisis”. Tema ini sesuai dengan Kemampuan Bidan dalam sistem kesehatan saat mempersiapkan dan menahan krisis. Momen ini memposisikan bidan sebagai tenaga profesional kesehatan dan menunjukan peran Bidan di setiap langkah kesiapsiagaan dan respons krisis. Sejalan dengan perkembangan tersebut diatas, maka peringatan HUT IBI ke-74 dan IDM tahun 2025 diselenggarakan melalui serangkaian kegiatan di tingkat pusat dan daerah yang telah terlaksana mulai sejak bulan Mei dan Puncak peringatannya akan dilaksanakan pada Tanggal 24 Juni 2025 mendatang. “Katanya.

Ditegaskan, Ketua IBI Kabupaten Banyuasin ini bahwa IBI Banyuasin melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan diantaranya. Opor Bu bidan, pertolongan persalinan pada penumpang mudik di pelabuhan Tanjung Api-Api Maret lalu, kemudian Lanjut besok tgl 23 April 2025 pelayanan imunisasi serentak di tiap ranting IBI target 50 seluruh indonesia Kunjungan PC IBI Banyuasin ke ranting IBI Suak Tapeh, ranting IBI Pangkalan balai dan ranting IBI sukajadi, Berbarengan denggan pekan imunisasi

“Di sini kami memberikan bantuan telur 2kg Kepada 5 orang setiap ranting jadi jumlah penerima 15 orang terhadap bumil , Bayi dan balita yang KEK beresiko stunting , kemudian kita Lanjutkan anjang sana ke sesepuh IBI hj Rodiah di Palembang Setelah itu, serentak dari PP IBI tgl 8 Juni Fun Walk untuk raih rekor muri di mulai dari gedung DPRD provinsi Sumsel,  Dunia,”Tukasnya.

 

Penulis: Weni Marlin

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *