BANYUASIN, INFOMUSI.COM, – SMP Negeri 1 Banyuasin III menjadi sorotan setelah sejumlah wali murid mengeluhkan adanya dugaan iuran komite sebesar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per siswa. Keluhan tersebut mencuat di tengah imbauan kepada siswa yang sedang piket untuk membawa air sekitar 1 liter ke sekolah akibat krisis air bersih selama musim kemarau. Menurut salah seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, mereka mempertanyakan alasan sekolah masih meminta sumbangan air, sementara sebelumnya telah membayar iuran komite. > “Kami wali murid diminta membayar iuran sekitar Rp200 ribu, tetapi anak-anak masih diminta membawa air. Kenapa uang itu tidak digunakan saja untuk membeli air tangki,” ujarnya. Selain itu, wali murid juga mempertanyakan transparansi pengelolaan dana komite. Mereka mengaku tidak pernah menerima laporan rinci mengenai jumlah dana yang terkumpul maupun penggunaannya. > “Sampai saat ini kami tidak tahu uang itu dipakai untuk apa. Rekap penggunaan dana tahun 2025 juga tidak bisa ditunjukkan. Kalau memang ada SPJ, mana buktinya,” katanya. Mereka juga menyoroti kondisi sejumlah fasilitas sekolah yang dinilai masih kurang layak, seperti mobiler yang disebut masih banyak dalam kondisi rusak. Wali murid berharap pihak sekolah dan komite bersikap terbuka agar tidak menimbulkan berbagai dugaan di tengah masyarakat. Mereka juga meminta aparat penegak hukum apabila diperlukan melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Banyuasin III, Taufik, memberikan klarifikasi atas keluhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa imbauan membawa air bukan merupakan kewajiban, melainkan bersifat sukarela dan hanya ditujukan kepada siswa yang mendapat jadwal piket kelas maupun piket umum. Menurutnya, kebijakan itu muncul karena sekolah sedang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Pasokan PDAM disebut hanya mengalir sekitar seminggu sekali, bahkan terkadang hingga 10 hari baru kembali mengalir. Sementara pemesanan air tangki juga sering mengalami keterlambatan. “Imbauan ini dari Wakil Kesiswaan melalui grup WhatsApp wakil kelas. Tidak ada kata wajib, sifatnya sukarela. Air sekitar satu liter dibawa menggunakan botol besar untuk ditampung di tedmond sekolah dan digunakan untuk berwudu, menyiram tanaman, kebutuhan toilet, kebersihan kelas, serta cuci tangan saat program Makan Bergizi Gratis,” jelas Taufik. Ia menambahkan, sekolah juga melaksanakan salat Zuhur berjamaah bersama siswa sehingga kebutuhan air bersih menjadi sangat penting. Share this… Facebook Copy Pinterest Twitter Whatsapp Linkedin Share Tweet Share Navigasi pos Musim Kemarau Datang, Kapus Karang Manunggal Ingatkan Warga Perbanyak Minum Air Putih Kepsek dan Komite SMPN 1 Banyuasin III Bantah Dugaan Penyelewengan Dana Komite, Dana Bos Besar, Siap Diaudit dan Dicek