Bupati Banyuasin bersama para tamu undangan ketika membaca Yasin bentuk rasa syukur pada bulan Muharram BANYUASIN, INFOMUSI.COM – Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Qodiri, Dr. H. Askolani, SH., MH., membeberkan perjalanan panjang pembangunan ponpes yang berlokasi di Desa Tanjung Laut, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin. Kegiatan dihadiri oleh, Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin, Fahmiwati. S. KM, Kabag Umum, Kabag Kesra, Kepala OPD, Kapolres Banyuasin, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Majelis Taklim di beberapa Kecamatan sekitar Ponpes Nurul Qodiri seperti Kecamatan Suak tapeh, Kecamatan Banyuasin III, dan Kecamatan Betung. Kisah tersebut disampaikan Askolani saat memberikan sambutan dalam kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim-piatu pada momentum 10 Muharram atau Hari Asyura. Dalam sambutannya, Askolani mengungkapkan bahwa gagasan membangun Ponpes Nurul Qodiri telah dimulai sejak tahun 2012 bersama almarhumah istrinya. “Awal kisah pembangunan ponpes ini pada tahun 2012. Saat itu saya bersama almarhumah istri berniat membangun pondok pesantren di atas lahan seluas 12 hektare yang kami beli,” ujar Askolani. Ia menjelaskan, proses pembangunan sempat mengalami berbagai tantangan. Peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 2018, namun setahun kemudian pembangunan terhambat akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. “Pada tahun 2019 pembangunan terkendala pandemi Covid-19 sehingga sempat tertunda. Namun seiring berjalannya waktu, kami sekeluarga tetap bertekad untuk menyelesaikan pembangunan ponpes ini,” katanya. Menurut Askolani, ke depan Ponpes Nurul Qodiri akan terus dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang pendidikan dan pengembangan karakter santri. “Rencananya ponpes ini akan kami lengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti sarana olahraga dan gedung serbaguna yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar maupun kegiatan lainnya,” jelasnya. Askolani menegaskan bahwa pembangunan Ponpes Nurul Qodiri dipersembahkan untuk masyarakat Banyuasin sebagai wadah mencetak generasi muda yang berilmu dan berakhlak mulia. “Kami sudah mencanangkan bahwa ponpes ini bukan untuk mencari keuntungan. Kami mengajak masyarakat yang ingin menyekolahkan anak-anaknya di sini agar tidak ragu. Kami akan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan putra-putrinya di ponpes ini,” tegasnya. Pada kesempatan tersebut, Askolani juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum bulan Muharram dengan memperbanyak amal kebaikan, terutama berbagi dan bersedekah kepada anak-anak yatim-piatu. “Bulan Muharram merupakan bulan yang penuh keberkahan. Mari kita tingkatkan kepedulian sosial dan memperbanyak sedekah, khususnya kepada anak-anak yatim-piatu,” pungkasnya. Share this… Facebook Copy Pinterest Twitter Whatsapp Linkedin Share Tweet Share Navigasi pos Camat Banyuasin III Sukses Damaikan Konflik Warga Akibat Dugaan Ujaran Rasis di TikTok Aktivis Banyuasin Soroti Kemacetan Jalintim Palembang–Jambi, Desak Pemkab Ambil Langkah Konkret